Ceritalucahmelayu.xtgem.com
KumpulanCerita lucah terbaru

CERITA LUCAH  MELAYU
Koleksi Bahan/Cerita/Kisah Lawak, Lucu, Dongeng, Gelihati, Humor, Kelakar, Jenaka
Koleksi cerita lucu berbahasa Melayu



Random Video Download


Cerita seks 2 download
» File Name: Fuck me please.3gp
» File Size: (3465.66)
» 3GP
» MP4
Categori : » Big tits

Cerita Seks Menu :


Dinodai Ayah Dan Atuk

Namaku Rosnani, sekarang usiaku 22 tahun. Aku merupakan anak pertama dari dua beradik, adikku laki-laki, usianya 2 tahun di bawahku. Kata orang aku orangnya cantik, kulitku putih bersih dengan bulu halus di seluruh tubuhku dan payudaraku berukuran 36B sedangkan tinggiku 165 cm.

Kalau laki-laki lihat tubuhku, jakunnya naik-turun. Ini kerana aku sering merawat tubuhku atas anjuran Mamaku sendiri yang juga sangat cantik dan seksi. Kerana kecantikanku lah aku bermain nafsu seks dengan ayah dan atukku sendiri.

Awal kejadiannya di saat Mamaku sakit kira-kira satu tahun yang lalu. Mamaku harus masuk hospital kerana kanser rahim yang dideritanya sejak melahirkan adikku. Sudah 2 bulan, Mamaku di hospital, kerana kami hanya bertiga maka untuk menjaga Mama kami bergantian. Ayah, aku dan adikku.

Malam itu aku selesai makan malam, bersiap mahu tidur, adikku berangkat ke rumah sakit untuk menggantikan ayahku menjaga Mama. Setelah adikku berangkat kerana belum terlalu mengantuk, iseng aku ke kamar adikku, ku temukan buku-buku gambar porno punya adikku dan ku bawa ke kamarku, setelah iseng melihat gambarnya aku mulai terangsang.

Sekitar jam 10.00 malam, ayahku datang dari hospital. Selesai makan, ayah mengunjungi kamarku.

"Ani.. kau dah tidur?" kata ayahku sambil mengetuk pintu kamarku.

"Masuk.. Yah.. Ani belum tidur," teriakku dari dalam kamar sementara aku sudah berbaring di tempat tidur.

Pintu kamar terbuka, aku lihat ayahku menatapku di depan pintu dari raut mukanya seakan mau menanggis.

"Ayah.. kenapa? Mama.. baik-baik aja kan?” kataku sambil berusaha duduk di tempat tidur.

Ayahku masuk ke kamarku lalu duduk di sampingku, dia memelukku sambil minitiskan air mata.

"Mamamu makin parah saja sayang, rasanya Mama tidak akan bertahan lama lagi kalau melihat keadaan Mama mu," tangis ayahku yang mambasahi dasterku. Aku pun mulai teresak.

"Ayah.. kalau ada apa-apa sama Mama, Ayah tak perlu merasa kehilangan, Ayah harus pasrah, lagi kan ada kami berdua yang akan menemani Ayah."

Ayah menatapku lalu diciumnya keningku dan berkata, "Iya.. Ayah harus sabar.. Ayah sayang sama kamu berdua." Lalu ayah mencium kedua pipiku, tetapi ketika akan berpaling secara tidak sengaja bibir ayahmenyentuh bibirku.

Aku tiba-tiba ada perasaan aneh pada diriku, aku merasa terangsang lebih-lebih aku terbayang buku porno adikku yang tadi aku lihat. Ku balas kucupan ayahku, ku kucup bibirnya dengan dalam dan lidahku ku cuba masukkan ke mulut ayahku.

Ayahku yang agak gelagapan dan mulai terangsang, mengikuti dengan balasan lidahnya sehingga lidah kami bertautan. Rupanya ayahku makin terangsang, disibaknya selimut yang masih menutup tubuhku sehingga aku yang memakai daster mulai digerayangi ayahku. Lidah kami masih bertautan membuat makin bergelora nafsu seks kami.

Aku biarkan saja ketika tangan ayahku mulai merayap di paha putihku yang semakin naik sehingga menyentuh seluar dalamku. Jari tengahnya mulai menggaruk buritku yang masih tertutup seluar dalam. Aku mulai mengelinjang.

Ayahku mulai menurunkan tali daster dari bahuku sehingga payudaraku yang mancung dengan puting berwarna kecoklatan kini terpampang di depan muka ayah. Aku terbiasa tidur hanya menggunakan daster dan seluar dalam saja, aku tidak pernah pakai bra. Ayahku mulai menelusuri leher jenjangku sampai ke payudara dengan mulutnya. Ketika putingku mulai digigitnya, aku semakin menggelinjang,

"Ah.. ah.. sshh.. ah.." kerana aku sudah makin terangsang yang disebabkan oleh buku porno itu, aku menganggap ayahku adalah seorang lelaki yang harus memuaskan nafsu birahiku.

Tanganku mulai ikut berkerja dengan memegangi batang ayahku yang masih bersembunyi di balik seluar panjang. Ku gosokkan tanganku pada seluarnya yang membuat ayahku semakin ganas menggigit putingku dan dasterku disibaknya sehingga seluar dalam ku dengan satu tarik telah merosot yang membuat buritku yang setiap hari ku rawat dengan baik terpampang jelas serta mengeluarkan bau yang sangat harum menyerbak di ruang tidurku.

"Bau.. apa.. ini.. Ani? harum sekali," tanya ayahku.

"Bau dari burit Ani ni, Ayah," kataku.

"Ani.. baunya harum sekali, Ayah suka baunya."

"Ayah, burit Ani ni boleh tak kalau mau dijilat, dimasukkan punya Ayah juga boleh," kataku lagi.

"Betul ni, Ani?" tanya ayahku.

"Iya," kataku.

Dengan nafsunya di mana ayah yang sedang mengemut dan menggigit payudaraku langsung menurunkan tubuhnya sehingga sekarang buritku sudah tepat di depan muka ayahku. Lidahnya yang halus menyapu buritku. Dijilatnya buritku bagian luar. Aku mulai belingsatan. Aku makin bergelinjang ketika lidah ayahku menemukan biji kelentitku.

"Ah.. ah.. ssh.. argh.. argh.." kataku sambil menggelengkan kepalaku.

Rupanya ayahku senang memainkan kelentitku dengan lidahnya yang hampir 15 minit lamanya. Aku pun makin memuncak nafsuku dan meminta pada ayahku.

"Ayah, bo.. boleh tak kalau Anini cuba.. batang kemaluan Ayah?"

"Oh.. kau nak?" tanya ayahku.

"Iya Yah.." kataku lagi.

Sementara lidah ayah masih di kelentitku, ayah melepas semua yang melekat di tubuhnya dan langsung menindihku sehingga batang kemaluan ayahku persis di depan hidungku, posisi kami seperti angka 69. Batang kemaluan ayahku panjang, besar dan hitam, kira-kira 25 cm.

Aku langsung berpikir ayah harus memuaskan diriku. Batang ayah yang besar, hitam dan panjang ku cuba ku masukkan dalam mulutku, tetapi kerana bibirku yang mungil batang itu hanya masuk kepalanya saja dan lidahku mulai menjilatinya. Ayah ku mulai belingsatan.

Hampir 15 minit aku jilat dan ku hisap batang kemaluan ayahku, ada sesuatu yang mendesak dari dalam buritku yang langsung keluar iaitu berupa cairan kental yang membasahi buritku dan muka ayahku, tetapi ayah lebih dulu menangkap cairanku ke dalam lidahnya lalu ditelan ke mulut ayah.

"Ah.. argh.. argh.. ssh.. Ayahh.." kataku sambil tubuhku ambruk, terlepaslah batang ayah dari mulutku.

Ayahku berdiri dan berkata, "Ani.. boleh buritmu Ayah jolok sekarang?"

"Iya.. Yah.." kataku lirih.

Ayah lalu menindihku, batang kemaluan ayahku ditempelkan tepat di depan buritku. Jari ayahku mengorek buritku yang masih rapat sehingga aku jadi menggelinjang.

"Ah.. ah.. ssh.."

Setelah buritku agak lebar dan besar, batang kemaluan ayahku dicubanya untuk memasuki burit milikku. Kerana masih agak sempit lubangnya maka baru kepala batang kemaluan ayah yang bisa masuk, ayah lalu memberi tekanan yang membuatku merem melek.

"Ani.. sakit ya," kata ayahku.

"Ah.. tak apa-apa Yah, nanti juga tak sakit kalau batang kemaluan ayah sudah masuk semua."

Ayah pun kembali menekan batang kemaluannya ke buritku. Tapi kerana batang kemaluan ayah yang memang besar sekali, pada tekanan yang ke-10 kalinya keluar-masuk, hanya bisa masuk setengahnya saja batang kemaluan ayah ke buritku. Aku pun menjerit, "Aaawww.."

"Sakit ya.. Ani.." kata ayah.

"Ah.. tak Yah, terus.. Yah.. tekannya, biar burit Ani.. jadi lebar!" kataku.

Ayahku pun lalu menekan lagi batang kemaluannya keluar-masuk buritku. Ayah agak membongkuk sehingga payu daraku kembali jadi bulan-bulanan mulut dan lidah ayahku. Aku mengusap kepala ayahku yang menetek pada payudaraku dan menghujamkan batang kemaluannya di buritku, seperti mengelus anak kecil.

Hampir satu jam aku mengikuti permainan nafsu buas ayahku yang membuatku klimaks. Cairan putih kental bercampur darah mendesak keluar dari buritku yang masih dihujam batang kemaluan ayah sehingga membasahi pahaku dan kakiku serta keringat yang mengucur deras dari pori-pori tubuhku.

"Agh.. agh.. arg.. awww.. agh.. Ani.. keluar.. nih.. Yah.. agh.. ssh," kataku dengan tubuh menggelepar seperti cacing kepanasan dan lemaslah tubuhku.

Sementara ayahku masih kuat berpacu dengan semakin cepat memasuk-keluarkan batang kemaluannya dari buritku yang sudah lecah. Batang kemaluan ayah dicabut dari buritku.

Badanku yang layu diputar oleh ayahku dari terlentang sekarang tengkurap, posisi pantatku diangkat sehingga buritku kembali menantang lalu ditempelkan batang kemaluan ayahku pada buritku, lalu ditekannya supaya masuk kembali. Buritku yang masih lecah dibersihkan oleh dasterku lalu jari ayah menusuk lagi ke buritku untuk melebarkan buritku agar memudahkan batang kemaluan ayah masuk. Kali ini batang kemaluan ayah bisa masuk ke dalam burit semuanya sampai berasa di rahimku.

Satu jam lamanya buritku disodok batang kemaluan ayah dari belakang yang membuatku klimaks kedua kalinya.

"Argh.. argh.. aahh.. sshh.. agh.. Ayah.. nikmat sekali.. argh.."

asahlah batang kemaluan ayah oleh cairanku, tetapi 5 minit kemudian ayah sampai juga mencapai titik klimaksnya.

"Ani.. Ayah.. juga.. mau.. keluar.. ni.. argh.. argh.." kata ayahku tersengal-sengal.

"Yah.. keluarkan saja di dalam rahim.. Ani.." pintaku pada ayah, dimana sebenarnya aku sudah setengah sadar kerana kecapaian.

"Crot.. crot.. ser.. ser.. argh.. argh.." suara cairan ayah yang menyembur deras ke buritku disertai suara lenguhan ayah yang langsung ambruk di atas tubuhku.

Aku merasakan kehangatan yang sangat di dalam buritku di saat cairan batang kemaluan ayah menyembur yang membuatku pun langsung tertidur.

Jam 05.00 pagi aku terbangun dalam keadaan bogel yang sedang dipeluk ayahku yang masih tertidur. Aku lalu bangkit ketika melihat batang kemaluan ayahku yang layu, aku mencuba menjilat sisa-sisa cairan yang rasanya agak manis asin, ku jilat sampai habis dan ayahku terbangun.

"Anini.. maafkan Ayah ya, Ayah tak sedar berbuat ini kepadamu, Ayah khilaf kerana 5 bulan ayah tidak menyentuh Mamamu, maafkan Ayah ya," kata ayah.

"Tidak apa-apa Yah.. Ani senang dapat memuaskan Ayah yang sudah 5 bulan tidak menyentuh Mama, Ani juga senang sudah merasakan kehangatan Ayah, Ani juga senang dan menikmati saat batang kemaluan Ayah yang gede itu menyemburkan isinya di dalam burit Ani, Ani jadi mau lagi bila-bila," kataku dengan perasaan senang.

Ayah sebenarnya agak bingung melihat Aku yang senang, tapi setelah itu ayah tersenyum dan memelukku dan menciumku.

"Ya.. lain kali," gumam ayahku.

Dan memang setelah kejadian malam yang indah itu, setiap kali adikku ke hospital untuk jaga mama, aku dan ayah pasti melakukan perbuatan berburu nafsu lagi. Hal itu terjadi hingga 3 bulan kemudian dan terhenti di saat mama meninggal dunia, sampai hari ke-7.

Sejak kematian mamaku, atukku, ayah dari mamaku yang tinggal di luar kota menginap di rumah kami, usia atukku 63 tahun, dia seorang duda yang sudah 7 tahun ditinggal mati nenekku.

Hari ini adalah hari ke-7 meninggalnya mama, saudara mama sedang sibuk untuk mengurus acara malam nanti, waktu itu jam 10.00 pagi, aku ada di kamarku, kerana sudah 7 hari ayah tidak menyentuh nafsu birahiku, aku mencuba klimaks sendiri. Kuangkat kainku, buritku yang terbuka bebas kerana aku tidak pakai seluar dalam sedang ku mainkan dengan jariku, saking asyiknya mataku pun ikut ku pejamkan, aku tidak tahu kalau atukku sudah di dalam kamarku.

"Ani.. kamu buat apa ni? Atuk pinjam sarung ya, adikmu lagi pergi, jadi Atuk ke sini."

Aku tersentak kaget, ku belalakan mataku dan buru-buru kainku ku turunkan menutupi buritku.

"Ah.. Atuk mengejutkan Ani aja ni, kenapa tak ketuk pintu dulu."

"Atuk sudah ketuk pintu, tapi kamu lagi asyik, kayaknya jadi Atuk masuk aja, tak taunya atuk melihat pemandangan yang indah," kata atuk seakan menyangkal kataku.

"Ah Atuk biasa aja," kataku pucat pasi.

"Ani.. boleh.. atukmu melihatnya lagi punyamu.. sudah 8 tahun atuk tidah pernah melihatnya lagi."

Sebenarnya aku agak malu untuk memperlihatkannya pada atukku, tapi kerana sudah 7 hari ayah tidak menyentuhku dan aku lagi onani maka kuijinkan.

"Boleh Tuk!"

Ku angkat kainku dan terpampanglah dengan jelas burit milikku di depan atukku yang langsung berkomentar.

"Ani.. luar biasa sekali buritmu, bagus banget bentuknya lagi mengeluarkan bau yang harum, wah.. wah.. wah, boleh Atuk memegangnya?" pinta atukku.

"Boleh.. Tuk, malah tidak hanya memegang, kalau Atuk mau cuba jilat juga boleh," kataku yang mulai naik nafsuku.

Dengan cepatnya atuk menundukkan badannya, saat itu juga buritku sudah tepat di depan muka atukku, lidah atukku langsung menjulur untuk menjilat buritku sementara pahaku sudah diraba dengan lembutnya oleh tangan atuk yang mulai keriput. Seperti anak muda, atukku dengan cepat mengusap pahaku dan kedua jempol sudah ditempelkan ke buritku, bulu halus yang menutup buritku disibak dengan jempolnya dan dimasukkan ke dalam lubang buritku agar lebih lebar, kemudian lidah atukku mulai menyapu bibir buritku yang membuatku panas dingin.

"Aaahh.. aahh.. sshh.. aargh.." aku pun mulai berceracau ketika biji kelentitku tersentuh lidah dengan lembutnya. Kelentitku sudah mulai dijilat, dihisap dan digigit oleh atukku, yang membuatku makin menggelinjang.

"Aaawwhggh.." Pantatku kuangkat menahan rasa nikmat itu, mataku merem melek, sementara tanganku mengelus kepala atukku yang sudah membotak, yang membuat atukku makin rakus menjilat dan menggigit kelentitku.

Kedua tangannya mulai merambah ke dalam kaos yang menutupi tubuhku. Ketika bra-ku terpegang langsung disobeknya sehingga payudaraku dan putingnya menjadi bulan-bulanan tangan atukku. Tangannya meremas payudara sedangkan jarinya memelintirkan putingku.

Hampir 15 minit berlalu yang tiba-tiba badanku mengejang dan sampailah aku pada puncak klimaks. Ku tekan kepala atukku di selangkanganku lalu keluarlah cairan kental yang membasahi buritku.

"Argh.. argh.. sshh.. Tuk.. Ani.. keluuarr niih.. argh.. sshh.."

Tapi atukku dengan cepat dan tangkas menangkap cairan kental yang keluar dengan derasnya dengan lidahnya yanglangsung menelannya.

"Ani.. luar biasa.. kelentitmu rasanya manis, tapi cairan kentalmu lebih manis lagi.. wahh.. Atuk jadi lebih segar sekarang ini," kata atukku sementara aku sudah terbaring lemas.

"Ani.. boleh tak.. kalau buritmu dimasukkin oleh batang kemaluan Atuk?" tanya atukku.

Dengan setengah sadar kukatakan, "Boleh.. Tuk.."

Atuk dengan sigap melepaskan semua yang dipakainya hingga bogel lalu baju kaosku juga ditanggalkannya. Ku lirik atukku yang sudah agak membungkuk, naik ke tempat tidur. Direnggangkannya kakiku dan diangkatnya sedikit. Atuk menindihku, dipegangnya batang kemaluannya lalu ditempelkan pada bibir buritku yang masih agak lecah, setelah itu dengan sekali hentakan batang itu masuk ke dalam buritku.

"Bleess.. jeb.. jeb.." batang kemaluan atukku langsung menusuk sampai ke dalam buritku yang sudah lebar sejak dimainkan ayahkutetapi batang kemaluan atukku rasanya lebih besar dan lebih panjang dari punya ayahku.

"Heehhkk," aku menahan nafasku kerana sembulan batang kemaluan atukku ke dalam buritku yang berasa sampai ke dalam dadaku.

"Kenapa Ani.. sakit.. ya?" tanya atukku.

"Ah.. tak Tuk.. tak apa-apa, punya atuk gede banget sih, berapa sih.. Tuk panjangnya?" tanyaku dengan tersengal.

"Kamu.. pasti puas.. deh.. ini panjangnya 30 cm, nenekmu aja puas.. makanya Mamamu punya enam bersaudara," kata atukku membanggakan batang kemaluannya sendiri.

"Tapi.. Ani.. memekmu.. luar biasa uueennaak buuangeett.. punya nenekmu.. mah kalah."

Dalam hatiku membenarkan bahwa batang kemaluan atukku lebih enak dari punya ayahku. Dan benar juga perkiraanku rupanya selain lebih enak, lebih panjang, atukku tenaganyatenaga kuda, hampir 4 jam lamanya aku menjadi bulan-bulanan atukku.

Setelah satu jam cara pertama, kami merubah posisi kami yaitu aku menungging, atuk menyodokkudari belakang, setelah satu jam posisi kami pun berubah lagi, atuk terlentang, aku naik di atasnya seperti naik kuda, posisi ini kami lakukan selama 2 jam. Setiap berubah posisi, aku pasti sampai klimaks, hingga aku 3 kali klimaks, atukku hanya 1 kali itu pun pada posisiterakhir. Tubuhku sudah lemas sekali ketika posisi kami, aku di atas, atuk terlentang di bawah dimana aku sudah 3 kali dan atukku akhirnya sampai juga puncak klimaksnya.

"Ani.. argh.. argh.. Atuk.. tak tahan lagi.. nigh.. Atuk mau keluar nih.." kata atukku.

Cepat-cepat ku lepaskan buritku dari batang kemaluan atukku yang langsung menyemburkan cairan kentalnya deras sekali, tapi batang itu sempat ku tangkap dan ku bimbing ke mulutku sehingga sebagian cairan atukku sempat ku telan dan sebagian lagi membasahi mukaku oleh lendir atukku.

Kami pun langsung ambruk ketika kulihat jam menunjukkan pukul 14.00 siang. Ketika kami terbangun waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 sore, atukku langsung membersihkan sisa-sisa lendir di batangnya dan meninggalkanku yang masih tergeletak di tempat tidur.

Sebelum atukku pergi dia sempat mengatakan bahwa dia senang bisa memerawaniku dan ingin sekali bisa mengulanginya. Memang sejak saat itu, aku selalu melayani ayahku di saat adikku tidak di rumah dan melayani atukku jika setiap akhir bulan atukku mengunjungiku atau aku yang mengunjunginya.

Back to posts
Comments:
[2014-08-20] cenkodok:

Best jgax kn...

[2014-07-31] 'mat sailang:

aiy nk cbe gak 0125456693 cll tw

[2014-05-29] khairul:

Hahahaha

[2014-04-13] nk-gurl:

0199194053

[2014-03-26] ika:

Call me please . 0104284479

[2014-03-19] zoul:

Girl yg gersang 0183230823

[2014-03-19] joe:

nk batang keras, send mms puki ke, 0176606084

[2014-03-12] shahira:

Nak pepek da stim nk btg besar boleh kol or mcg kat nmbo nie 0129162718

[2014-02-18] pepek tembam:

Call i now 01117523871 . To boy only


Post a comment

POPULAR STORY !!!

More Vidoe sex 3gp mp4 Download free 

-----------------------------------------------------


Cerita seks 3 download
» File Name: Cikgu suraya seks.3gp
» File Size: (3465.66)
» 3GP
» MP4
Categori : » Melayu seks 3gp

Cerita seks 4 download
» File Name: Seks in hotel.3gp
» File Size: (3465.66)
» 3GP
» MP4
Categori : » Abg

Cerita seks download
» File Name: Fuck me please.3gp
» File Size: (3465.66)
» 3GP
» MP4
Categori : » Big tits


Cikgu lucah Hot!!
Makcik Iza
Foto seksi click here :
11 2

Total User
2605404<<>>755
||
PARTNER BLOG :
SERILUCAH | CITE LUCAH | CERITA LUCAH MELAYU | CERITA CERITA LUCAH | BOGEL | ABG MELAYU | CERITA DEWASAABG Melayu ||Cerita Cerita Lucah ||
||Mig33||Gambar Bogel||
facebook twitter Hack facebook via handphone Game seks